Alasan Investasi Syariah Bodong Banyak Peminatnya

99 views

Bdg.co.id Dengan populasi muslim terbesar di dunia, membuat Indonesia menjadi Pasar Gemuk Untuk produk syariah, termasuk Investasi Syariah.

Dengan tema klasik anti riba, produk syariah seolah mendapatkan “endorsement” terbaik untuk masuk Top order di benak calon investor. Yang paling mudah dan praktis untuk dijalankan adalah produk investasi properti berlabel syariah.

Ada yang benar, ada juga yang bodoh. Bodong ini adalah musuh bersama, baik musuh rakyat biasa maupun musuh pengusaha Syariah itu sendiri. Investasi Syariah bodong ini harus dihindari karena telah merusak citra produk syariah di masyarakat.

Agar tidak terjebak, sebaiknya kita selidiki: apa sebenarnya yang membuat Investasi syariah bodong banyak diminati sebelum ditemukan?

Sin Investment Syariah Bodong: Menggiring Sisi Religius Dengan Slogan Yang “Provokatif”
Ambil contoh produk investasi berupa penjualan produk Properti Syariah.

Bahasa Pemasaran Anti-Riba, dengan dukungan argumen larangan riba, anti-bank, kesombongan Anti-kontrak telah membius banyak orang.

Akibatnya, orang awam langsung merasa bahwa apa yang dilakukan banyak bisnis selama ini adalah dosa dan langsung membuka diri terhadap investasi “syariah” tanpa berpikir.

Jika sisi agama disentuh, seringkali alasan, logika dan pengetahuan dikecualikan. Contohnya sederhana. Jika ada proyek jual beli, hanya sebatas ilustrasi gambar dengan tambahan gaya promosi seperti di atas, apalagi jika untuk bekerjasama dengan pemuka agama, maka sering orang suka dan percaya Buffalo nose.

Seorang seniman terkenal dan terkenal telah bergabung, ketika saya tidak berpartisipasi?

Faktanya, bukankah prinsip kehati-hatian, cek dan ricek penting? Jika penelitian malas dan hanya menyerah. Kemudian ketika fraud dianggap sebagai takdir, tak heran jika fraud dengan kedok investasi syariah semakin menjamur di Indonesia.

Orang-Orang Mudah Tergoda Oleh Tawaran Bombastis

Itu tidak benar-benar harus bombastis. Produk yang ditawarkan selama lebih praktis dan bisa menjawab kekhawatiran selama ini akan cepat diserap masyarakat, tanpa cek apapun. Misalnya, membeli rumah dengan mencicil.

Dicicil suka-suka, tanpa BI checking, cukup KK KTP, tanpa sita, tanpa denda, tanpa penalti dan sebagainya. Jika ditanya lokasi maka Anda akan diantar untuk melihat tanah yang telah disiapkan sehingga Anda yakin. Namun dibalik itu semua, ada banyak aspek yang harus diperhatikan.

Agar tidak menjadi korban, inilah yang perlu diperhatikan saat membeli produk syariah:

Pastikan Produk Atau Proyek Berlisensi

Setiap produk yang dijual di Indonesia, baik barang maupun jasa, ada izinnya. Apalagi jika itu adalah produk investasi. Proyek properti tidak memasukkan jenis layanan investasi tetapi lebih ke arah jual beli. Jika Anda tertarik untuk membeli properti berlabel syariah maka pastikan:

  • Pengembang terkenal, jika tidak terkenal hanya meminta legalitas proyek
  • Legalitas yang perlu ditanyakan hal utama terkait dengan status sertifikat (siapa yang memilikinya) dan IMB
  • Jika bingung cek, tanyakan saja siapa notarisnya, datang dan tanyakan legalitasnya
  • Jika Anda tidak ingin menjadi rumit, hanya memikat dengan pertanyaan”tidak bisa menggadaikan?”Jika Anda tidak bisa untuk alasan apapun (termasuk alasan syariah), Anda harus waspada karena jika Anda dapat hipotek berarti aman, karena bank akan memeriksa semua legalitas proyek.

Fair Check Tidak Menawarkan Produknya

Untuk melihat kewajaran penawaran suatu produk investasi atau misalnya penawaran untuk membeli Properti Syariah, anda dapat membandingkan dengan produk sejenis atau produk lain di kelas dan area pemasaran yang sama.

Jika perbedaannya jauh, maka perlu dicurigai. Semakin bombastis, apalagi jika Anda membawa sosok tertentu, maka Anda harus lebih jeli lagi cek. Ada apa di balik itu? Biasanya bisnis mencari keuntungan, jika penawaran tidak masuk akal maka keuntungan juga tidak wajar alias berpotensi “bodong”.

Jadi kesimpulan dari ulasan di atas adalah bahwa orang mudah tergoda oleh iming-iming produk bombastis dengan sentuhan psikologis dan religius mereka.

Selain itu, masyarakat juga enggan untuk memeriksa lebih lanjut produk yang akan dibeli, terutama jika produk tersebut adalah anggota fasilitas dan berlabel syariah.

Ini harus menjadi pembelajaran bersama agar model Investasi Syariah bodong bisa dihentikan di masyarakat. Selain itu, membeli properti tidak murah, dan dibutuhkan strategi menabung yang benar agar mimpi itu menjadi kenyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.