Ilmu Dasar Candlestick untuk Strategi Trend Reversal

109 views

Bdg.co.id – Salah satu kunci sukses dalam trading forex adalah mampu memahami ilmu dasar candlestick. Setiap candlestick mewakili kondisi pasar, sehingga formasi bisa menjadi referensi yang cukup akurat dalam membuat keputusan trading.

Selain membaca bentuk tubuhnya yang beragam, sumbu candlestick juga harus diperhatikan. Sayangnya, banyak pedagang tidak mengerti arti dari penampilan kapak pada lampu gantung. Bahkan, sumbu lampu gantung bisa menjadi kunci penting untuk strategi adalah pembalikan tren.

Seperti diketahui, trend reversal adalah salah satu strategi trading trader yang paling sering digunakan. Untuk dapat menguasai cara memperdagangkan tren dengan kandil, seorang pedagang harus memiliki pengetahuan dasar tentang tren terlebih dahulu.

Jenis Tren Dalam Forex

Sambil memperhatikan pergerakan harga pasar, umumnya pedagang akan menemukan kondisi di mana harga naik untuk beberapa waktu atau turun secara konsisten. Kondisi ini disebut sebagai tren di pasar forex.

Pada dasarnya, tren dalam forex dapat diartikan sebagai serangkaian pergerakan harga dalam satu arah. Umumnya, pedagang sering berpikir bahwa tren harga hanya bisa naik atau turun, padahal sebenarnya tidak. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan tentang jenis-jenis tren di forex.

1. Uptrend

Jika dilihat dari bahasa, uptrend terdiri dari kombinasi dua kata, yaitu ‘ up ‘yang memiliki arti naik atau ke atas dan’trend’. Jika digabungkan, tren naik berarti harga aset cenderung naik dari waktu ke waktu. Contoh pergerakan tren naik dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

2. Downtrend

Seperti namanya, tren turun adalah kebalikan dari tren naik, yang merupakan kondisi di mana harga cenderung menurun secara konsisten dari waktu ke waktu. Tren turun juga sering disebut sebagai bearish. Kondisi ini terjadi ketika jumlah penjual atas pembeli, menyebabkan aksi jual. Pergerakan tren turun harga dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

3. Sideways / Mulai

Selain uptrend dan downtrend, pasar juga tahu sideways atau sering juga disebut sebagai ranging. Kondisi ini terjadi karena kekuatan pembeli dan penjual yang seimbang, sehingga pergerakan harga menjadi datar. Sideways juga mencerminkan bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi untuk menemukan pergerakan harga baru. Gerakan menyamping dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Identifikasi Tren Dengan Sumbu Kandil

Membentuk candlestick yang memiliki visual menarik, komprehensif, dan mudah dibaca, trader mudah untuk mengenali dan mengkonfirmasi arah perubahan tren. Terkait dengan candlestick ilmu dasar yang terkait dengan posisi dan ukuran sekering. Ada dua kunci yang bisa diterapkan, yaitu:

1. Ketika Sumbu Candlestick Di Bawah

Candlestick dengan sumbu panjang di bagian bawah tubuh menunjukkan pola pembalikan bullish jika muncul dalam tren turun. Sumbu panjang umumnya menunjukkan bahwa penjual cukup dominan untuk dapat mendorong harga untuk bergerak turun.

Namun, mereka tidak cukup kuat untuk menjaga harga agar tetap bergerak di level yang lebih rendah. Di sisi lain, pembeli memiliki kekuatan yang cukup untuk mendorong harga kembali naik. Dalam posisi ini, sumbu Bagian bawah lilin akan lebih panjang dari tubuh dan sumbu atas.

2. Ketika Sumbu Di Atas

Ketika harga berada pada uptrend dan muncul candlestick dengan sumbu atas lebih panjang dari pada tubuh serta sumbu bawah, maka harga memiliki kecenderungan untuk bearish reversal. Kondisi ini mencerminkan tekanan penjual. Ketika harga gagal ditutup pada level yang mendekati titik tertinggi, itu berarti penjual telah memenangkan pertarungan. Oleh karena itu, harga memantul.

3. Konfirmator Trend Reversal

Memanfaatkan tren dengan candlestick bisa menjadi cara mudah untuk mendapatkan keuntungan di pasar forex. Tapi, hanya dengan mengandalkan candlestick basic science saja tidak akan cukup untuk menjamin keuntungan.

Salah satu alasannya adalah ancaman sinyal palsu yang bisa terjadi kapan saja. Untuk meningkatkan peluang keberhasilan perdagangan Anda, perlu juga indikator lain yang bisa menjadi konfirmasi tambahan dari sinyal. Apa?

1. Moving average (MA)

Moving Averages atau MA adalah indikator teknikal yang paling sering ditemui di dunia trading. Indikator MA adalah salah satu indikator yang terkenal karena cara penggunaannya yang mudah, luas, dan dapat digunakan dalam berbagai elemen perdagangan. Indikator MA juga dikenal karena dapat diatur dengan mudah, dan dapat mengukur pergerakan harga rata-rata dalam jangka waktu tertentu.

Salah satu fungsi utama dari Moving Average adalah untuk mengidentifikasi trend forex secara umum dengan kecenderungan arah trend selanjutnya; apakah akan terjadi reversal atau kelanjutan dari trend.

Indikator Moving Average juga dapat dikombinasikan dengan strategi tren. Dalam hal ini, munculnya sumbu panjang lilin dapat dikonfirmasi dengan perubahan arah garis MA atau indikator persimpangan. Dengan demikian, pembalikan akan jauh lebih mudah untuk dikonfirmasi. Contohnya dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

Pada awalnya, tren harga bergerak naik (ditunjukkan oleh garis hijau MA). Namun, penampilan lilin dengan sumbu atas panjang di puncak tren yang menunjukkan pembalikan. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh persimpangan antara MA dan candlestick (kotak biru).

2. Bollinger Bands (BB)

Indikator teknis lainnya yang sering digunakan untuk pembalikan tren adalah Bollinger Bands. Ciri khas Bollinger Band adalah memiliki tiga pita, yaitu pita atas, tengah, dan bawah. Munculnya panjang wheelbase lilin sebagai penanda pembalikan dapat dikonfirmasi jika itu terjadi refleksi pada band atas atau bawah.

Dalam contoh di atas, terjadi advent candle dengan sumbu panjam atas (kotak hitam) ketika harga naik. Sinyal pembalikan diperkuat oleh posisi kandil di jantung pita atas. Ketika harga berbalik turun setelah itu, peluang penjualan dapat digunakan untuk mengumpulkan keuntungan dari penurunan harga.

3. Parabolic SAR

SAR adalah singkatan dari Stop and Reverse, indikator ini sering diartikan sebagai penanda tempat berhenti dan arah umpan balik pasar. Dalam penggunaannya, Parabolic SAR cocok digunakan dalam kondisi tren pasar, dengan tujuan untuk menentukan arah momen pembalikan tren (reversal). Umumnya, pedagang menggunakan SAR untuk mencari sinyal sebelum pasar bergerak ke arah yang berlawanan.

Indikator ini memungkinkan pedagang untuk memahami pasar dan mengidentifikasi tren di forex, dan dapat digunakan untuk memasangkan dengan apa pun dan dalam kerangka waktu apa pun. Munculnya sumbu panjang pada lilin diikuti dengan perubahan posisi poin PSAR akan menjadi konfirmasi pembalikan yang dapat diandalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.