Belajar Peluang Investasi Dari Saham CPGT dan BWPT

156 views

Bdg.co.id – Kuartal 2 tahun 2014, bursa Indonesia digemparkan dengan penangkapan 3 Direktur Cipaganti Citra Graha Tbk. (kode saham CPGT) oleh polisi. Ketiganya ditangkap atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

Karena kabar tersebut, saham CPGT di Bursa Efek Indonesia langsung merespon negatif. Share CPGT terus melemah hanya dalam beberapa hari. Tercatat, koreksi tajam hingga mencapai 80 % , dan pada 27 Juni 2014 saham CPGT ditutup dengan harga 53 Dolar.

Pada kuartal ke-3 tahun 2014, pasar awalnya memiliki sentimen positif ketika Grup Rajawali mengakuisisi kepemilikan mayoritas bw Plantation Tbk. (kode saham BWPT). Dengan pengalaman dan sekelompok Elang keuangan yang kuat, banyak analis percaya bahwa prospek BWPT masa depan yang lebih baik.

Oleh karena itu, saham BWPT telah jatuh selama beberapa hari dan untuk menghapus indeks anomali dan saham CPO cenderung melemah. Tapi, seminggu kemudian atau ketika manajemen mengumumkan akan menerbitkan saham baru, harga saham BWPT langsung turun tajam.

Karena harga saham baru jauh lebih rendah dari harga pasar saat ini, BWPT saham dari harga 955 langsung berubah menjadi 460 (harga ini BWPT harga terendah sepanjang 2014) hanya dalam 3 hari. Atau, selama kuartal ke-3 saham BWPT turun 55% dan puncaknya bertahan hingga 66%.

Perjalanan-kuartal 2 kurang baik untuk CPGT. Namun memasuki kuartal ke-3, perlahan tapi pasti harga saham CPGT mulai pulih dan naik. Meskipun belum mencapai harga ketika belum ada berita negatif tentang dewan direksi perusahaan, tetapi sepanjang saham CPGT kuartal ke-3 ini telah tumbuh menjadi 42%.

Atau, dari rendah 53 dolar per saham, akhir perdagangan September 2014 CPGT saham ditutup dengan harga 101 per lembar. Dari harga terendah, saham haga CPGT naik menjadi hampir 100% pada akhir kuartal ke-3. CPGT dapat dikatakan telah pulih. Lalu, apakah kuartal ke-4 dari harga saham CPGT akan tumbuh lagi? Dan jika kuartal 3 saham BWPT buruk, jika kuartal ke-4 ini bisa pulih dan naik kembali?

Pada kuartal keempat 2014, stok CPGT dan BWPT naik atau turun, tidak ada yang bisa memastikannya. Namun, ada pembelajaran dari mereka berdua. Yakni, bagaimana kalau mengambil kesempatan ketika harga saham CPGT dan BWPT terkoreksi secara signifikan.

Return stock CPGT stabil dan Fundamental

Berita penangkapan 3 Direktur Cipaganti Citra Graha oleh polisi dengan tuduhan penipuan dan penggelapan membuat investor panik. Oleh karena itu, yang ditangkap adalah orang CPGT yang penting untuk kasus penipuan dan penggelapan Koperasi Cipaganti.

Investor panik dan sibuk mengurai saham CPGT karena tersangka CPGT tidak ada hubungannya dengan Koperasi Cipaganti yang bermasalah. Asumsi ini juga diperkuat dengan penangkapan tiga pejabat CPGT. Kemudian, tentu saja, jika banyak investor sibuk menjual saham CPGT up harga saham CPGT sendiri telah menyentuh harga penutupan terendah, bahwa 53 per saham.

Belajar Peluang Investasi Dari Saham CPGT dan BWPT

Pertama, CPGT menolak bukan karena kinerja perusahaan yang bermasalah, tetapi lebih karena masalah hukum 3 direksi, dan menuduh hubungan antara perusahaan dan koperasi juga menggunakan nama Cipaganti. Bahkan, pemimpin penangkapan polisi CPGT ketiga karena kasus Koperasi Cipaganti, di mana perusahaan tidak terlibat.

Padahal, manajemen CPGT sudah mengkonfirmasi bahwa CPGT tidak ada hubungannya dengan koperasi Cipaganti. Selain itu, untuk kerugian yang disebabkan oleh Koperasi, CPGT tidak tertarik sama sekali untuk mengganti kerugian tersebut karena tidak memiliki hubungan bisnis atau afiliasi dengan koperasi. Mungkin saja nasib buruk bagi CPGT yang namanya sama-Cipaganti sama, yang tersapu oleh berita.

Setelah direktur ketiga ditangkap, investor harus khawatir jika penangkapan akan mengganggu operasi CPGT. Namun, jika kita mengamati bahwa CPGT adalah perusahaan publik di mana ada pekerjaan manajemen sebagai sebuah tim, CPGT pasti memiliki orang-orang yang kompeten dan siap untuk menyelesaikan posisi manajemen ketika kosong. Jadi, Jadi 3 Direktur fokus pada kasus ini, CPGT masih bisa bertahan.

Kedua, meski menurun, kinerja CPGT tetap bagus. Pendapatan perusahaan pada tahun 2013 masih bisa tumbuh tipis 1% dan laba bersih tumbuh 3%. Meskipun tumbuh tipis, Margin laba bersih Cipaganti Citra Graha naik menjadi 12,2 persen dari 11,9% pada tahun 2012.

Dengan perolehan laba bersih, perseroan berhasil mencatatkan ROE sebesar 13% dan ROA sebesar 6%. Sementara utang perusahaan berkisar 1,42 kali lipat dari ekuitas, di mana masih dapat dianggap wajar.

Setelah kuartal ke-1 tahun 2014, memang Cipaganti Citra Graha mencatat penurunan kinerja. Penjualan turun 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya, juga dengan laba bersih akan menjadi 67%. Namun, menurut penulis, penurunan masih masuk akal, mengingat penerbit sarana transportasi lain seperti ASSA juga mencatat kinerja yang sama.

Perusahaan transportasi sebenarnya menghadapi tekanan dan tantangan bisnis yang cukup berat. Mulai dari kenaikan biaya operasional transportasi akibat kenaikan harga BBM, perlambatan ekonomi domestik, hingga semakin populernya mobil LCGC yang membuat konsumen kedua mobil beralih ke LCGC.

Ketiga, di sisi lain, Cipaganti Citra Graha masih memiliki citra sebagai perusahaan transportasi terbaik. Perusahaan juga memiliki perusahaan konsumen yang masih menggunakan jasa perusahaan. Selain itu, pada kuartal ke-2 tahun 2014 mereka membuka pangkalan baru di Medan dan Makassar. Buka pangsa CPGT pasar tumbuh.

Keempat, Cipaganti Citra Graha sudah melepaskan diri dari anak perusahaan yang bergerak di bidang persewaan alat berat dan pertambangan. Dengan divestasi, perusahaan dapat lebih fokus bekerja di bisnis transportasi, menjadikan CPGT pangsa pasar yang lebih besar lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.