Sprit Doll, Tren atau Bisa Bibilang Masa Kecil Kurang Bahagia, Yang Lagi Viral Di Media sosial,

164 views

Bdg.co.id- Halo Sahabat semu tern atau boming yang lagi viral di kalangan netizen melaui media pemberitahuan seperti. Fidio maupun berita yang tertulis, tren mengadopsi boneka arwah atau sprit doll yang lagi buming dikalangan artis,

sebagaianartis berterus terang melakukan layak nya anak terhadap boneka atau sprit doll di adopsi. Seolah-olah anak manusia saja, spsrti dool yang berbentuk bayi bak seorang balita yang yang hidup,

Dimandikan, dipakian baju, diasupi makana dan diperlakukan seperti anak sendiri. Yang lagi tren sekarng jadi bagai mana menurut ,kalian apakah hal itu tern atau viral,

yang di dirangkaum di berbgai situs hal itu dilakukan oleh seorang figur publik. Yang lagi ramai di perbincangkan dan memiliki seperit doll salasatunya yang lagi ramay di perbincangkan iyalah ivan gunawa. igun,

begitu dia disapa, dalam wawancara mengunkapkan bahwa dirinya memang memperlakukan boneka itu. Layaknya bayi, Namun, dia membantah anggapan bahwa boneka arwah miliknya tersebut ada ”isinya”.

Kata arwah yang tersemat itu memang membawa kesan pada hal-hal supranatural pada boneka tersebut. Terlepas dari kontroversi yang ada, topik itu layak untuk diulas di sini

Sprit Doll, tern atau bisa dibilang masa kecil Kurang Bahagia, Yang Lagi Viral Di Media sosial,

Ramai Fenomena Spirit Doll di Kalangan Selebritas, Psikolog: Apakah  Perilaku Menyimpang? - Pikiran Rakyat Bekasi

Dilihat dari wujud nya, boneka arwah iyalah benda yang mati yang terbuat dari bahan-bahan fisik,. Sebagai benda , atau boneka tersewbut tida bisa melaukan apapun , kecuali dikendalikan oleh pemiliknya,

Kalau pun ada boneka yang bisa di hidupkan, boleh jadi boneka itu dihidupkan oleh ritual khusus. Speprti di permainan jelengkung yang di jadikan media untuk memanggil arwah, hinga bisa diajak taya jawab,

Tapi, layaknya sebuah permaianan. spirit doll di posisikan sebagi mana benda mati. Yang hanya menjadikan pajangan, atau pun hiasan di kamar, juga bisa dijadikan bahan mainan yang menjadikan pemiliiknya menjadi sengang,

pro dan kontrak pun terjadi

pro dan kintrak pun terjadi akibat sprit doll terjadi aibat diperlakukan yang berlebihan terhadap boneka ini. Istilah-istilah yang muncul mengadopsi memberi makan ,merawat memandikan memakaikan baju menambah rejeki,dan memberikan keberuntungan bila memilikinya mengakibatkan berbagai penafsiran tersebut.

Memperlakukan boneka itu masih dipandang wajar manakala memperlakukannya sebagai boneka dengan segala atribut kebendaannya. Pandangan yang kontra muncul karena banyak alasan.

Dari sisi agama, memelihara spirit doll dapat menjadikan orang musyrik. Lebih baik mengasuh anak yatim yang jelas bermanfaat daripada memelihara boneka secara berlebihan.

Julia Inglis, dalam tulisannya yang berjudul My Dollmaker Story. Menyatakan bahwa boneka arwah adalah makhluk kuno, akrab, dan dicintai banyak budaya di seluruh dunia.

Menurut dia, dengan membuat boneka arwah ini, ada jalinan ikatan dengan leluhur pembuatnya. Dalam kultur Jawa, boneka arwah juga pernah dibuat dan bahkan menjadi permainan anak-anak kecil di masa lalu.

Seperti yang terjadi pada permainan jelangkung, arwah didatangkan lalu ditanya siapa namanya. Kapan meninggalnya, dan memberikan informasi terhadap sesuatu yang akan terjadi.

Dengan demikian, boneka arwah bukan sekadar boneka biasa, tapi juga memiliki unsur magis.

Bermain memang tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Bermain dapat terjadi mulai usia kanak-kanak sampai dewasa dan tidak pula mengenal lelaki ataupun perempuan. Permainan yang digunakan juga beragam

, tergantung dari apakah permainan itu menimbulkan kesenangan pemiliknya. Jenis permainan yang dipilih juga sangat bergantung pada tahapan perkembangan masing-masing individu.

Bermain boneka di usia kanak-kanak dapat mengajarkan bagaimana seorang anak. Memiliki rasa tanggung jawab dan melatih imajinasi serta menumbuhkan emosi yang baik. Bahkan, dalam teori pretend play dari Vygotsky,

anak dapat bermain pura-pura sesuai perannya dan hal itu mampu membangun karakternya di kemudian hari.

Dalam bahasa psikologi, anak yang bermain boneka dapat menumbuhkan jiwa menyayangi dan memperhatikan adik dan keluarganya.

Pada masa kanak-kanan ini, ketika anak tumbuh imajinasinya, anak membayangkan bagaimana seharusnya memperlakukan adik dan anak kecil lainnya.

Hasilnya, kasih sayang dan perhatian terhadap orang di luar egonya. Tumbuh dan hal tersebut sangat baik untuk mendasari perkembangan emosi dan sosialnya.

Bermain memang tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Bermain dapat terjadi mulai usia kanak-kanak sampai dewasa dan tidak pula mengenal lelaki ataupun perempuan. Permainan yang digunakan juga beragam,

tergantung dari apakah permainan itu menimbulkan kesenangan pemiliknya. Jenis permainan yang dipilih juga sangat bergantung pada tahapan perkembangan masing-masing individu.

Bermain boneka di usia kanak-kanak dapat mengajarkan bagaimana seorang anak. Memiliki rasa tanggung jawab dan melatih imajinasi serta menumbuhkan emosi yang baik.

Bahkan, dalam teori pretend play dari. Vygotsky, anak dapat bermain pura-pura sesuai perannya dan hal itu mampu membangun karakternya di kemudian hari.

Tren atau masa Kecil Kurang Bahagia

eseorang itu menjadi makin beragam. Orang yang stabil emosinya akan menempatkan emosi pada tempat yang sepatutnya. Orang yang kesepian akan mencari objek pengganti teman dalam beragam bentuk manifestasi.

Orang yang belum menemukan identitas diri akan mencari identitas diri dengan berbagai cara yang membangun identitasnya.

Tuntutan gaya hidup yang lagi tren juga menjadi bagian yang tidak kalah serunya memengaruhi manifestasi perilaku seseorang.

Bahkan, dari gaya hidup ini seseorang bisa menjadi lebih terkenal karena boneka yang dimilikinya. Orang mengunggah di media sosial boneka yang menjadi pujaannya.

Dengan kata lain, panjat sosial ini juga menjadi tren untuk menaikkan popularitas, apalagi dilakukan figur publik semacam artis.

Perkembangan manusia dewasa sejatinya tidak terlepas dari perkembangannya di masa kecil. Bila tugas perkembangan di masa kecil bisa dilalui dengan baik, tugas perkembangan di masa selanjutnya juga akan relatif normal dan wajar.

Terkait dengan masalah boneka arwah ini, bila boneka diperlakukan seperti ketika di saat usia kanak-kanak, hal itu perlu mendapatkan perhatian.

Spirit doll sebenarnya tidak menimbulkan masalah psikologis bagi pemiliknya manakala dipakai anak sesuai tugas perkembangannya.

Namun, bila boneka dibawa ke mana-mana dan bahkan diyakini memberikan kekuatan magis, perlu ditinggalkan. Sebab, akan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.