Rachel Vennya Akhirnya Bersuara Selepas Kabur Dari Karantina, Sampaikan Maaf

128 views

Jakarta – Rachel Vennya alhasil buka bunyi soal pelanggaran karantina yang ditangani sepulang dari Amerika Serikat. Ia meminta maaf pada banyak publik, dan meminta hal ini menjadi pelajaran bagi banyak orang.

“Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku,” ungkap selebgram kelahiran 1995.

“Kadang saya nyakitin orang lain, merugikan orang lain, egois dan sombong,” sambung ia di Instagram Story pada Kamis (14/10/2021).

Kementerian Kesehatan meminta abdnegara menindak tegas sikap tersebut. Ahli juga menerangkan langkah-langkah Rachel berisiko dalam hal penularan COVID-19.Rachel Vennya disebut terancam dibui satu tahun penjara. Tindakan pelanggaran karantina ditangani dengan dukungan oknum Tentara Nasional Indonesia berinisial FS.

“Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya dan sekira semua hal buruk yang pernah saya jalankan di hidup saya menjadi pelajaran buat saya untuk senantiasa berpikir ketika melangkah ke depan dengan baik,” pungkas Rachel Vennya.

Mungkinkah Rachel menjadi duta karantina?

Satgas COVID-19 memastikan pemeriksaan terkait problem tersebut tengah dalam investigasi. Tidak ada obrolan terkait duta karantina.

“Apa tujuannya duta karantina?,” ungkap Wiku terhadap detikcom Kamis (14/10/2021).

“Kasusnya sedang diinvestigasi dan ditindaklanjuti oleh Kogasgabpad/Kodam Jaya yg menjadi Satgas Bandara dan RS Wisma Pademangan,” sambung dia.

Dihubungi terpisah, pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyayangkan pelanggaran karantina dapat terjadi. Ia meminta terhadap siapapun untuk tidak merasa memiliki privilese, sehingga dapat berprilaku seenaknya.

Saran hukuman dari Menkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyarankan Rachel Vennya untuk kembali dikarantina. Ia sungguh murung atas problem pelanggaran karantina tersebut alasannya merupakan sungguh berisiko bagi banyak orang.

“Harusnya ia secepatnya masuk karantina lagi, dan dieksekusi biar jangan melanggar lagi,” kata Menkes, dijumpai di Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021).

“Karantina kesehatan itu kan bukan untuk kepentingan ia sebenarnya, tetapi buat masyarakat. Kalau ia melanggar itu kan ia memamerkan risiko ke publik,” jelasnya.