Karya Agung Komponis Beethoven Hanya Di Bandung Philharmonic

0 17
Konser Bandung Philharmonic “Flame of Joy” juga akan menghadirkan komposisi “Sleigh Ride from Lt. Kije” karya Komponis Rusia Sergei Prokofiev, dan komposisi “Sleigh Ride” karya Leroy Anderson (Foto. Handry NY)

BDG.CO.ID –  Bandung Philharmonic menggelar konser Season 5 “Flame of Joy ” selama dua hari, (30/11-1/12/2019), di Ballroom Hilton Bandung jalan HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki).

Konser Bandung Philharmonic “Flame of Joy” dipastikan berlangsung megah dan spektakuler dikarenakan menghadirkan Symphony No.9 in D minor. Op 125 “Ode to Joy” karya Komponis Ludwig van Beethoven yang berdurasi satu jam lebih.

Hadir dalam Press Conference, General Manager Hilton Bandung Kevin Girard, Conductor Bandung Philharmonic Robert Nordling, Artistic Director Bandung Philharmonic Michael Hall, Soloist bersuara Soprano Anna Migallos (Filipina), Soloist bersuara Alto Camille Lopez Molina (Filipina), Soloist bersuara Tenor Kim Ji Ho (Korea Selatan), Soloist bersuara Bass Noel Azcona (Filipina), Chorus Master Joel Navarro (Filipina), dan Komposer Muda asal Indonesia Arya Brahmantya Boga.

“Saya mewakili Hilton Bandung sangat senang dan nyaman menyambut kembali konser Bandung Philharmonic,” kata General Manager Hilton Bandung Kevin Girard di awal sambutannya, “Kami dari Hilton Bandung selalu mendoakan agar konser Bandung Philharmonic sukses,” ujarnya.

“Seperti diketahui Hotel Hilton saat ini berusia 100 tahun, dan Hilton Bandung berusia 10 tahun,” ungkap Kevin Girard, “Kami berharap Hilton Bandung menjadi rumah bagi Bandung Philharmonic, dan untuk pertama kalinya Bandung Philharmonic menggelar konser di Hilton Bandung selama dua hari berturut-turut, dan untuk konser Sabtu, 30 November 2019 ternyata tiket telah Sold Out,” ujarnya.

Mengenai Konser Bandung Philharmonic “Flame of Joy”, yang akan menghadirkan karya agung Beethoven, Chorus Master Joel Navarro mengungkapkan, Symphony No.9 in D minor. Op 125 “Ode to Joy” merupakan mahkota hasil dari penempaan hidup Ludwig van Beethoven yang diekspresikan secara total, “Symphony No.9 melampaui waktu dan membuat komposer-komposer penerus Beethoven takjub, karena hingga saat ini, tidak ada lagi karya setara dan sehebat Symphony No.9,” tegasnya.

Lebih lanjut Joel Navarro mengungkapkan, Beethoven mengalami tuli total saat menggubah Symphony No.9 in D minor. Op 125 “Ode to Joy”, “Bahkan Beethoven ketika membuat salah satu karya teragung dalam sejarah musik ini harus menempelkan telinganya di lantai, dan memotong kaki-kaki piano agar telinganya dapat mendengar lebih dekat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Komponis Ludwig van Beethoven yang berumur 52 di tahun 1822 membuat Symphony No.9 karena terinspirasi dari puisi “Ode to Joy” karangan Friedrich Schiller (1759-1805).

Beethoven ketika membuat karya ini melampaui tradisi dengan menggunakan paduan suara untuk menyanyikan puisinya, simfoni ini menggambarkan suatu masa depan utopia bahwa semua manusia akan menjadi saudara erat, dan bersama-sama memuji Sang Pencipta, Beethoven dalam karya ini menyerukan pesan damai untuk benua Eropa yang terpecah-belah di masa hidupnya.

Karya perdamaian berdurasi satu jam lebih ini disegmentasi menjadi empat bagian, bagian pertama memulai narasi sebagai suatu duel primordia antara Cahaya (dimainkan dengan kunci mayor) dan Kegelapan (dimainkan dengan kunci minor).

Bagian kedua memperkaya  tema duel dengan lebih energetik melalui erupsi-erupsi ritme dengan melodi seperti berbaris.

Bagian ketiga dimainkan dengan nada yang menenangkan dan syahdu, mempersiapkan finale.

Bagian terakhir terdengar dari awal seperti dialog antara orkestra yang mengulang kembali tiga tema sebelumnya dan selo (mewakilkan suara pahlawan) “menolak” semua temanya.

Lalu dikenalkan tema keempat, tema baru yang “diterima” selo sambil bermain diikuti oleh orkestra, paduan suara lalu melengkapi kegembiraan ini dengan lirik dari Ode to Joy.

Konser Bandung Philharmonic “Flame of Joy” di Hilton Bandung semakin berwarna dengah kehadiran Komposer Muda asal Indonesia Arya Brahmantya Boga yang akan membawakan komposisi “Terbangnya Burung” karya Sapardi Djoko Damono.

“Awalnya saya secara tidak sengaja menemukan poster Kompetisi Komponis Muda Indonesia 2019 di media sosial, dan saya merasa tertantang untuk menggubah komposisi yang didasarkan puisi berjudul Terbangnya Burung karya Sapardi Djoko Damono,” kata Arya Brahmantya,

“Puisi ini menggambarkan kisah seseorang yang rela melepaskan kekasihnya dari kekangan, layaknya burung yang mengangkasa bebas,” ungkap Arya Brahmantya, “Terkadang seseorang harus rela melepaskan dan memberikan kebebasan total kepada yang terkasih tanpa mengetahui apa yang dia pikirkan atau rasakan,” pungkasnya.

Suasana Konser Bandung Philharmonic “Flame of Joy” Seting Panggung Lebih Besar (Foto. Yesi JM)

Konser Bandung Philharmonic “Flame of Joy” juga akan menghadirkan komposisi “Sleigh Ride from Lt. Kije” karya Komponis Rusia Sergei Prokofiev, dan komposisi “Sleigh Ride” karya Leroy Anderson.

“Bahkan NASA yang meluncurkan pesawat luar angkasa Voyager di tahun 1976 menyisipkan rekaman Symphony No.9 in D minor. Op 125 “Ode to Joy”karya Beethoven di pesawat tersebut, dan hingga saat ini Voyager masih berada di luar angkasa, mungkin diharapkan Alien akan mendengar karya agung komponis Beethoven yang melampaui zamannya,” kata Conductor Bandung Philharmonic Robert Nordling yang disambut tawa Artistic Director Bandung Philharmonic Michael Hall yang juga pernah membuat komposisi musik film Star Wars. (HNY)

Leave A Reply

Your email address will not be published.