Seniman Musik Djaduk Ferianto asal Yogyakarta Meninggal Dunia, Sempat Memiliki Jadwal Tampi di Ngayogjazz

0 60

Kabar duka itupun telah tersampikan melalui postingan dari Sang Kakak kandungnya yaitu Butet Kartaredjaza yang dimana diposting melalui social media yaitu akun Instagram-nya @masbutet pada hari Rabu tanggal 13 November 2019.

Bertuliskan postingan tersebut yaitu “RIP. Djaduk Ferianto” telah di tulis oleh kakaknya yaitu Butet (@masbutet). Kemudian selain itu juga bahwa dirinya telah mengunggah sebuah gambar yang dimana berisikan tulisan yaitu “Sumangga Gustri” yang artinya Silakan Tuhan. Telah membernakanya juga dari rekan Djaduk Ferianto yaitu Debyo kabar dari seniman senior tersebut meninggal dunia, “Ya, Benar” ucap dari rekannya Debyo pada Rabu Pagi.

Bahwa dirinya telah mengungkapkan Djaduk menghembuskan napas terkahirnya pada hari Rabu dini hari di pukul 02.30. Kabar dari meninggal dunianya Djaduk Ferianto ini telah mengejutkan banyak pihak dan tentunya seniman lainnya. Dikarenakan bahwa Djaduk masih akan tampil yang telah dijadwalkan di Ngayogjazz pada hari Sabtu tanggal 16 November 2019 di Godean Yogyakarta. Bersama dengan grup musik Kua Etnika dan juga Sinten Remen, Djaduk Ferianto telah memadukan sebuah unsur musik tradisional dengan modern.

Rencananya saat ini bahwa jenazah dari Djaduk Ferianto akan disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. “Jenazah dari Djaduk akan disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiadja dan misa pada pukul 14.00” ucap dari rekan Djaduk yang sesama seorang seniman di Yogyakarta yaitu Debyo.

Lalu sementara itu Board Creative Ngayogjazz Novinda Diantara telah mengutarakan bahwa almarhum masih sempat mengikuti sebuah rapat dari Ngayogjazz sebelum berpulang. “Pada jam 12 tadi malam memang masih sempat untuk mengikuti rapat acara dari Ngayogjazz lalu pamit untuk pulang” ujar dari Board Creative Ngayogjazz yaitu Novindra Dirantara.

Tentu saja dari berbagai tokoh telah meyampaikan duka cita atas meninggalnya dari Seniman Djaduk. Mantan dari Menteri Agama yaitu Lukman Saufuddin telah mengaku memang terkejut atas meninggal dari Djaduk. Kemudian Lukman telah menggap bahwa jasa dari Djaduk memang sangat amatlah besar di dalam dunia musik saat ini dan juga pada panggung pertunjukkannya itu. “Sunggu terkejut telah mendengar kabar dari Mas Djaduk Ferianto yang meninggal pagi ini. Jasanya tentu saja sangat amat besar didalam dunia musik dan juga pada panggung pertunjukan. Kita semua pun tentunya sangatlah kehilangan…” ujar dari Lukman di akun twitternya @lukmansaifuddin.

Adapun juga pengasuh dari pondok pasantren Ruadlatut Thailibin KH Mustofa Bisri atau Gus Mus yang juga telah menyampaikannya bela sungkawa tas meninggalnya seniman dari Djaduk. “Sugen tindak, mas Djaduk Ferianto” .

Lalu Produser film yaitu Mira Lesmana pun telah meyampaikan turut berduka cita atas meninggal Djaduk. Bahwa dirinya telah mengaku merindukan suara dari musik dan juga cada tawa dari Djaduk Ferianto. “Selamat beristirahat ya Mas Djaduk… tentunya kami akan selalu merindukan suara, sumik dan juga candamu” tulis dari Mira Lesamana di akun twitternya tersebut.

Kemudian sementara itu seorang sastrawa Goenawan Mohaamad telah mengutarakan memang merasa kehilangan sekali atas berpulangnya dari Djaduk Ferianto. “Kita kehilangan seorang musikus yang telah membahagiakan orang banyak, seorang teman yang juga menyenangkan di dalam bekerja sama. Djaduk Ferianto telah wafat “Urip mung hampir ngombe” kata orang-orang tua. Hidup memang hanya sekedar singgah untuk minum, akan tetapi Djaduk juga membawa air untuk orang lain” tulis dari akun twitter @gm_gm.

Adapun juga dari musisi terkenak yaitu Iwan Fals yang telah mengunggah foto Djaduk Ferianto seraya telah mengunggah sebuah emotion tangan yang menangkup. Adapun juga budayawan Sudjiwo Tedjo yang telah mengutarakan ucapan selamat jalan pada Djaduk Ferianto. (Fajar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.