Close

Yenny Wahid: Persoalan Agama Bukanlah Faktor Terbesar Radikalisme

ketua hubungan luar negeri pp muslimat nu yenny wahid

ketua hubungan luar negeri pp muslimat nu yenny wahid

Gerakan radikalisme yang saat ini semakin terlihat di masyarakat tentu saja menimbulkan banyak kekhawatiran.

Ditemui sesaat setelah peluncuran buku “Duta antara Dua Kutub” yang diadakan di Senayan, Kamis (8/4/2021), Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation, mengatakan kalau isu radikalisme yang terjadi belakangan ini merupakan masalah global.

Hal ini membutuhkan kerja sama antar negara untuk dapat terus membangun narasi tentang toleransi mendukung kebhinekaan dan menjunjung perdamaian.

Menurut Yenny, faktor terbesar munculnya radikalisme bukanlah pada persoalan ajaran agama.

Faktor terbesar yang dapat mendorong muncul paham radikalisme ialah perasaan cemas, marah, gelisah, frustasi, dan juga adanya rasa ketidakadilan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk membenarkan atau meluruskannya.

“Ketika bertemu dengan orang-orang yang melakukan doktrinasi atas nama agama, ini masuk seolah-olah menawarkan jawaban atas kegelisahan. Merasa seolah-olah bisa menjadi penting dan mendapatkan peran sebagai pahlawan dengan dasar agama,” kata Yenny.

Selain adanya doktrin agama, isu politik juga disebut Yenny dapat memicu munculnya paham radikalisme, terutama isu politik yang dibumbui isu agama dan berdasarkan teori konspirasi.

“Jadi ini bukan persoalan agama, tetapi, persoalan kegelisahan, rasa tidak percaya diri, persoalan kecemasan, ketakutan yang kemudian dieksploitasi oleh kelompok radikal,” kata Yenny.

Maka dari itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus lebih bijaksana dalam bertindak. Jangan menjadi orang dengan karakteristik lemah dan mudah di pengaruhi paham yang tidak jelas.

Nama saya adalah Zakaria Umman, seseorang yang selalu menyalurkan hobi menulis untuk kepentingan baik. Semoga tulisan saya bisa bermanfaat untukpara pembaca semua, Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments
scroll to top