Close

Makna, Tata Cara dan Niat Puasa Bulan Muharram Puasa Asyura

makna, pengertian, tata cara dan niat puasa bulan muharram puasa asyura

Puasa asyura merupakan salah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat muslim dalam bulan-bulan tertentu. Ibadah puasa ini dilakukan di tanggal 10 pada bulan muharram.

Dengan berpuasa asyura, maka umat muslim mendapatkan pahala yang luar biasa yakni dosa setahun yang lalu dihapuskan. Bagi umat muslim yang ingin mengamalkan bisa membaca lebih lanjut artikel ini.

Kali ini BDG Magz mencoba membedah tentang puasa asyura. Mulai dari pengertian, makna tata cara hingga niat puasa bulan muharram puasa asyura.

Pengertian dan Niat Puasa Bulan Muharram Puasa Asyura

Pengertian puasa asyura yakni sebuah ibadah puasa hukumnya sunnah muakkadah yang dilakukan di tanggal 10 muharram. Sunnah muakadah adalah sunnah yang begitu dianjurkan.

Bahkan, Rasulullah pun menjadikan puasa ini adakah puasa yang diutamakan dan diperhatikan daripada puasa sunnah yang lainnya. Hal ini dikarenakan ada keutamaan yang besar ketika mengamalkan puasa asyura.

Biasanya, puasa ini dilakukan berturut-turut setelah puasa tasu’a yang dilakukan pada tanggal 9 muharram. Puasa asyura dapat menghapuskan dosa atau kifarat setahun yang lalu.

Puasa ini juga merupakan harinya para Nabi AS. Jika menggenapkannya dengan puasa tasu’a atau puasa arofah, maka dosa akan dihapuskan untuk dua tahun, yakni dosa setahun ke depan dan setahun ke belakang.

Bulan muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan di dalam agama islam. Amalan yang bisa dilakukan saat memasuki bulan muharram adalah melakukan puasa tasu’a dan puasa asyura.

Bulan muharram dalam bahasa arab berarti dipantang atau diharamkan untuk melakukan perbuatan keji seperti pertumpahan darah, peperangan, dan lain sebagainya.

Niat puasa bulan muharram puasa asyura adalah nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillahi ta’aalaa. Arti niat puasa tersebut adalah saya niat berpuasa asyura dan sunnah dilakukan karena Allah Ta’ala. Niat tersebut dibaca di dalam hati karena Rasulullah tidak mengajarkan untuk melafadzkan niat ketika akan berpuasa asyura.

Makna dari Puasa Asyura

Dalam bulan muharram, ada satu hari yang dianggap paling istimewa karena mempunyai keutamaan dan dapat memberikan pahala yang luar biasa. Pembahasan mengenai niat, makna, dan tata cara puasa asyura ini mengacu pada ajaran Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Oleh karena itu puasa ini sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim dimanapun berada. Puasa asyura mempunyai beberapa makna :

Merupakan ibadah puasa yang diutamakan

Bulan muharram dianggap Rasulullah sebagai syahrullah atau bulan Allah. Di bulan ini Rasulullah menganjurkan kepada seluruh umat islam untuk melakukan banyak amalan ibadah terutama puasa asyura. Karena puasa ini adalah puasa paling utama setelah puasa Ramadhan. Selain puasa asyura, Rasulullah juga menganjurkan umat islam berpuasa tasu’a.

Terjadi peristiwa penting di tanggal 10 muharram

Pada tanggal 10 muharram, terjadi peristiwa penting yakni Nabi Adam AS diciptakan, Nabi penyakit Nabi Ayyub AS disembuhkan, Nabi Ibrahim AS dilahirkan dan sejumlah peristiwa besar yang lainnya. Puasa asyura dilakukan untuk memperingati berbagai peristiwa penting tersebut.

Memiliki tujuan untuk sebuah pembeda

Puasa asyura dan puasa tasu’a yang dilakukan oleh Nabi Muhammad berjumlah dua hari yakni pada tanggal 9 dan 10 muharram. Puasa tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai pembeda dari cara umat Nasrani dan Yahudi yang melaksanakan puasa juga di waktu yang sama. Nabi Muhammad mengajak para sahabat untuk melakukan puasa asyura juga.

Merupakan puasa yang memiliki keistimewaan

Keistimewaan puasa asyura adalah puasa ini bisa menghapus dosa atau kifarat umat muslim yang telah dilakukannya setahun yang lalu. Pembahasan tentang niat, makna dan tata cara puasa asyura mempunyai keutamaan bahwa puasa ini sangat dianjurkan. Terlebih lagi jika dilakukan berurutan dengan puasa tasu’a pada tanggal 9 muharram.

Tata Cara Puasa Asyura

Puasa asyura mempunyai tata cara yang sama dengan pelaksanaan puasa yang lainnya. Hanya saja satu puasa dengan puasa yang lainnya memiliki perbedaan niat sebelum melaksanakannya. Untuk puasa asyura, tata cara berikut bisa diamalkan ketika akan melaksanakannya.

Membaca niat puasa asyura

Umat muslim harus mengawali setiap ibadah yang dilakukannya dengan niat karena Allah meskipun ibadah tersebut wajib maupun sunnah. Sama halnya seperti saat kita mengikuti taaruf online juga harus diniatkan karna Allah Swt.

Puasa asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang mana umat muslim bisa mengucapkan niat puasa secara lirih maupun membacanya di dalam hati tanpa diucapkan.

Niat puasa asyura adalah nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillahi ta’aalaa. Niat tersebut dibaca sebelum melaksanakan puasa. Niat puasa bulan muharram puasa asyura ini mengawali amalan puasa yang bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Oleh karena itu, umat muslim jangan sampai ketinggalan melaksanakan puasa ini pada tanggal 10 muharram.

Melaksanakan makan sahur

Niat, makna, dan tata cara puasa asyura selanjutnya adalah melaksanakan makan sahur. Menjalankan puasa sunnah seperti puasa asyura sama halnya dengan menjalankan puasa wajib pada bulan Ramadhan dengan melaksanakan makan sahur sebelum memulai puasa. Sahur hukumnya sunnah sehingga melaksanakan puasa tanpa makan sahur juga tetap sah.

Umat muslim yang melaksanakan puasa asyura tanpa makan sahur sebelumnya dianggap sah, yang penting tidak lupa untuk membaca niat meskipun diucapkan secara lirih maupun diucapkan dalam hati saja. Makan sahur pun diperbolehkan meskipun hanya minum segelas air putih dan memakan dua biji kurma, tidak harus makan makanan yang berat.

Menahan diri dari nafsu

Puasa asyura sama dengan puasa wajib di bulan Ramadhan yang mana setiap umat muslim harus menghindarkan diri dari nafsu. Umat muslim harus menahan segala bentuk nafsu seperti mabuk, makan, marah, minum dan hal-hal lainnya sebelum memasuki waktu berbuka puasa. Dengan menahan hawa nafsu, maka umat muslim akan mendapatkan pahala yang besar.

Puasa asyura memiliki pahala besar yaitu menghapus dosa umat muslim selama satu tahun yang lalu. Oleh karena itu, umat muslim yang melaksanakan puasa ini dengan niat yang sungguh-sungguh, pasti dengan sendirinya akan bisa menahan diri dari segala hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa.

Berbuka puasa

Puasa asyura diakhiri dengan melaksanakan buka puasa yang sama seperti puasa sunnah lainnya dan juga puasa wajib di bulan Ramadhan. Sunnah dalam berbuka puasa adalah salah satunya yakni menyegerakan berbuka ketika sudah memasuki waktunya berbuka. Berbuka puasa bisa dilakukan dengan minum air putih dan makanan kecil terlebih dahulu.

Yang terpenting adalah membatalkan puasa dahulu ketika mendengar adzan maghrib. Tidak harus menyegerakan berbuka dengan makanan yang berat, namun umat muslim bisa berbuka dengan minum air putih dan makan makanan kecil terlebih dahulu.

Umat muslim sangat dianjurkan untuk berdoa saat akan melaksanakan buka puasa agar puasanya sempurna. Makna, tata cara dan niat puasa bulan muharram puasa asyura harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan meskipun tata cara pelaksanaannya sama dengan puasa wajib di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah yang lainnya. Yang membedakan adalah niatnya. Sehingga pastikan untuk membaca niat puasa asyura dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments
scroll to top