4 Hal Ini Harus Diwaspadai Investor

267 views

Bdg.co.id Obligasi dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari bunga tetap yang besar hingga keamanan dana yang lebih aman daripada kendaraan investasi lainnya.

Namun, tidak ada upaya di dunia ini yang berisiko besar. Termasuk obligasi. Secara khusus, ada empat risiko obligasi yang harus diketahui investor sebelum mulai menginvestasikan dananya dalam produk investasi ini.

Risiko Likuiditas

Tidak seperti produk investasi seperti saham dan reksa dana, obligasi tidak likuid. Apa artinya itu? Jika Anda telah memutuskan untuk menginvestasikan dana dalam obligasi, maka Anda tidak akan mudah untuk menjualnya kembali ke pihak lain. Ini adalah risiko obligasi terbesar.

Pada dasarnya, obligasi dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dan tidak akan ditransfer sebelum jatuh tempo. Saat ini, sudah ada obligasi ritel pemerintah yang dianggap relatif likuid karena ada Market Maker yang bertindak sebagai buyer standby-nya, jika ingin mengucurkan lebih awal.

Demikian juga, Anda tidak akan dapat membeli obligasi yang sama lagi setelahnya, karena tidak akan tersedia untuk diperdagangkan di pasar sekunder. Artinya, Anda tetap tidak bisa mengklik Jual atau klik beli obligasi kapan saja.

Risiko Jatuh Tempo

Sebagaimana dinyatakan dalam poin pertama, obligasi sebenarnya tidak dibuat untuk ditransfer sebelum jatuh tempo. Oleh karena itu, setiap calon investor harus memperhatikan ketentuan produk obligasi mengenai:

  • Tanggal jatuh tempo (maturity date), yaitu tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam prospektus obligasi. Tanggal jatuh tempo dapat berkisar dari 1 tahun ke depan untuk dekade yang akan datang.
  • Early redemption (pelunasan awal), yaitu tanggal ketika Anda diperbolehkan untuk melepaskan obligasi untuk diambil alih oleh pembeli siaga. Selain waktu, pemberian pencairan awal biasanya juga disertai dengan berapa nominal yang bisa dicairkan lebih awal; bisa utuh, hanya sebagian, atau lainnya.
  • Perdagangan di pasar sekunder, yaitu, apakah obligasi ini dapat diperdagangkan di bursa saham setelah periode penawaran berlalu. Jika tidak diizinkan, maka Anda tidak dapat membelinya di luar periode penawaran obligasi. Jika Anda sudah memilikinya, Anda juga hanya memiliki dua kesempatan untuk menguangkannya, yaitu saat early redemption dan saat jatuh tempo. Namun, jika perdagangan pasar sekunder diizinkan, maka Anda tidak perlu khawatir tentang kerumitannya.

Risiko Gagal Bayar

Pernahkah Anda meminjamkan uang kepada kerabat atau teman dekat dengan harapan akan dilunasi dalam waktu dekat, tetapi ternyata tidak dilunasi sampai sekarang? Kasus gagal bayar utang semacam itu juga dapat terjadi dalam investasi obligasi, meskipun pihak-pihak yang terlibat telah mengambil berbagai tindakan pencegahan.

Risiko obligasi ini terutama berlaku untuk obligasi korporasi, sementara obligasi pemerintah dianggap memiliki status yang “hampir mustahil” untuk gagal bayar.

Namun, jika Anda melihat sejarah ekonomi dunia, Anda akan menemukan banyak kasus gagal bayar pada obligasi pemerintah disertai dengan krisis dan resesi. Beberapa contohnya adalah Venezuela (2017), Argentina (2014), dan Zimbabwe (2006).

Risiko Suku Bunga

Harga obligasi berbanding terbalik dengan bunga obligasi (bond yield). Semakin tinggi bunganya, semakin rendah harganya; sedangkan semakin rendah bunganya, semakin tinggi harganya.

Kenapa begitu? Karena bunga obligasi merupakan representasi dari risiko obligasi itu sendiri. Perhatikan saja, bunga obligasi negara berkembang tentu lebih besar dari bunga obligasi negara maju.

Bahkan, bunga obligasi negara-negara yang berada di ambang resesi sebenarnya akan lebih tinggi. Bahkan, investor tentu enggan untuk membeli obligasi tersebut, sehingga permintaan (demand) menurun dan mengurangi harga.

Bagi calon investor obligasi pemerintah, risiko obligasi terkait bunga ini dapat diproyeksikan dengan memantau arah perubahan suku bunga acuan Bank Sentral serta kondisi ekonomi suatu negara.

Adapun investor obligasi korporasi potensial, pemahaman ini harus digunakan sebagai pertimbangan ketika mendapatkan penawaran dengan bunga kupon yang fantastis.

Setelah mengetahui keempat risiko obligasi ini, Apakah Anda masih tertarik untuk berinvestasi? Jangan gentar. Tidak ada risiko yang tidak dapat diatasi. Manfaat investasi obligasi bahkan lebih besar.

Selama Anda telah melengkapi diri Anda dengan pengetahuan dan pertimbangan yang memadai, maka risikonya tentu lebih rendah daripada jika Anda langsung berinvestasi tanpa pengetahuan dan pertimbangan apa pun.

Gallery for 4 Hal Ini Harus Diwaspadai Investor

Leave a Reply

Your email address will not be published.